KPID Sulsel Berharap Banyaknya Bermunculan Lembaga Penyiaran Di Daerah Soppeng

335
Soppeng - Foto Komisioner KPID Sulsel bersama PT. Radio Suara Adyafiri setelah kegiatan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP)

kpid-sulsel.go.id – Soppeng, salah satu proses inti untuk mendapatkan RK atau Rekomendasi Kelayakan kemudian memperoleh izin bersiaran bagi lembaga penyiaran adalah pelaksanaan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) dengan melibatkan beberapa unsur,  antara lain Balai Monitoring Kelas 1 Makassar, Kodim dan Polres setempat, tokoh masyarakat, serta ormas lainnya.

Jumat 16 Maret 2018. Setelah menunggu terbukanya peluang usaha dari pemerintah, Radio Suara Adyafiri yang dulunya dari frekuensi AM ingin mengubah ke frekuensi FM mengadakan kegiatan EDP. KPID Sulsel hadir sebagai TIM verivikasi berkas sangat antusias dengan kegiatan ini dikarenakan sudah adanya kemajuan bagi penyiran di daerah Soppeng.

Dalam proses EDP tersebut Kordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulsel,  Riswansyah Muchsin meminta agar lembaga penyiaran yang akan bersiaran, hendaknya memprioritaskan konten-konten kearifan lokal,  ini penting agar masyarakat atau pendengar radio tersebut tidak lupa dengan budaya dan adat daerah Sulsel.

Disamping itu KPID Sulsel berharap jika Radio Suara Adyafiri sudah mendapatkan izin siaran bisa menjadi garda terdepan untuk melawan berita HOAX dan Radikalisme, serta menjadi awal munculnya lembaga penyiaran lain di daerah Soppeng. Apalagi dimasa Pilkada ini, Radio Suara Adyafiri bisa berlaku netral dan berimbang.

“Dekat waktu ini ada Pilkada, harapan kami lembaga penyiaran di Kab. Soppeng bisa berlaku netral dan kami harapkan radio ini menjadi garda terdepan melawan berita HOAX. Jadi berhati-hatilah dalam mengambil rujukan berita” tegas Bapak Mattewakkan, S.IP.,M.Si selaku Ketua Komisoner KPID Sulsel.

Kegiatan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) di akhiri dengan penandatanganan Berkas Berita Acara, dan Permohonan Izin Perinsip Penyiaran.