DPRD Provinsi Bangka Belitung Lakukan Study Banding Tentang Pengaturan TV Kabel Ke Sulawesi Selatan

414
Foto Komisioner KPID Sulsel Bersama Pansus DPRD Bangka Belitung. (KPID Sulsel)

Makassar – Jum’at (9/8) Pansus Ranperda Tv Kabel DPRD Provinsi Bangka Belitung menyambangi KPID Sulsel dalam rangka Study Banding tentang pembuatan dan pelaksanaan Perda No. 3 tahun 2011 tentang Penyiaran Televisi Melalui Kabel.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Andi Hasdullah, bersama stafnya. Pertemuan ini berlangsung di ruang Command Center Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Sudah banyak daerah yang menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tempat konsultasi tentang pengaturan TV Kabel, diantaranya; Sulawesi Tengah, Yogyakarta, Lampung, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Sama halnya dengan provinsi yang lain, Harpan Effendi, Ketua Pansus DPRD Bangka Belitung menyatakan bahwa alasan utama menyambangi KPID Sulsel guna untuk mendiskusikan tentang pengaturan TV Kabel

“saat ini Provinsi Bangka Belitung akan melakukan pengaturan tentang lembaga penyiaran berlangganan. Oleh karena itu kami mengunjungi Provinsi Sulawesi Selatan untuk berdiskusi tentang hal tersebut mengingat Provinsi Sulawesi Selatan telah membuat Perda Penyiaran TV Kabel sejak tahun 2011 lalu jelas Ketua Pansus DPRD Bangka Belitung

Pada tahun 2011 Provinsi Sulawesi Selatan menjadi daerah pertama yang memiliki peraturan daerah yang mengatur tentang penyiaran televisi melalui kabel atau televisi berlangganan (TV Kabel).

Mattewakkan, Ketua KPID Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa Perda yang disusun oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengatur terkait wilayah layanan tv kabel dan peran pemerintah provinsi dalam pembianaan tv kabel di daerah.

“Kami menyambut baik kunjungan Pansus ini dengan harapan semoga bisa memperkaya Ranperda yang sementara disusun oleh DPRD Bangka Belitung. Intinya adalah keberadaan lembaga penyiaran berlangganan memang perlu diatur karena menyangkut bidang yang sensitif, penting dan menyangkut masa depan karakter sebuah daerah, tambahnya.