Khotbah Seragam di Hari Penyiaran, KPID dan MUI Sulsel Cetak Rekor Baru

291
Penganugerahaan Rekor

Makassar – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID).

Penghargaan itu diberikan atas rekor yang diciptakan KPID dan MUI Sulsel, yang didukung Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam khotbah jumat seragam se – Sulawesi Selatan.

Penghargaan diterima langsung Oleh Ketua KPÌD Sulsel Hasrul Hasan, dari Pimpinan sekaligus pendiri LEPRID, Paulus Pangka, yang berlangsung di Masjid Raya Makassar usai shalat Jumat, 1 April 2022 bertepatan dengan Hari penyiaran nasional (Harsiarnas) ke-89.

Selain KPID, MUI Sulsel bersamama KPID mengagas khotbah itu juga mendapat pengharganya yang di terima ketua komisi informasi dan penyiaran MUI Sulsel, Doktor Firdaus Muhammad.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar kota Makassar Danny Pomanto yang mendukung kegiatan tersebut juga mendapat piagam penghargaan dari LEPRID.

Penerimaann Penghargaan Gubernur Sulsel diwakili kepala Dinas Kominfo Sulsel Amson Pandolo dan Wali Kota Makassar diwakili M Syarief Kabag Kesra Pemkot Makassar.

Dalam Khotbah Jumat yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia yang didistribuskan ke Masjid dalam naungan MUI dalam rangka hari penyiaran nasional ke 89 ini mengangkat tema tentang penyiaran.

Dalam isi khotbah itu diantaranya disampaikan bahwa melaui siaran televesi dan radio dapat menjadi media mewujudkan penonton cerdas dalam membangun pikiran, ruh, jiwa, akhlak dan kemasyarakatan. Semau itu kembali kemateri acara dan pengaruh yang ditimbulkannya.

Selaian itu, khotbah jumat seragam ini juga mengingatkan tentang alih teknologi televisi analog ke digital yang tahap awal dilaksanakan pada tanggal 30 April untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.

Pimpinan sekaligus pendiri LEPRID, Paulus Pangka menyampaikan apresiasinya kepada KPID yang memiliki ide yang luar biasa, menyampaikan khotbah jumat dengan seragam di semua masjid di Sulsel dalam rangka sosialisasi dan literasi analog swith of atau digitalisasi penyiaran.

“Kegiatan ini sangat luar biasa Harusnya ini sudah skala nasional, idenya sangat luar biasa. Penyampaian khotbah jumat dengan seragam di semua masjid dibawah naungan MUI di Sulsel, untuk itu LEPRID memberikan rekor penghargaan kepada KPID Sulsel,” Kata Paulus Pangka.

Gagasan KPID ini, Paulus Pangka akan menyampaikan hal ini kepada menteri komunikasi dan informatika. “Ini sangat luar biasa, saya akan sampaikan langsung ini ke Pak Menteri Kominfo,” ucapnya.

Menurut Paulus Pangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyiaran itu sangat penting, karena yang membuat berita dan menyebarkan informasi itu semua memiliki resiko yang harus dipertangungjawabkan.

Menurut dia informasi sangat penting untuk di dengar. Untuk itu yang membuat membuat berita dan yang menyebarkan informasi harus bertanggung jawab.

Jika informasi yang kita buat salah lalu disebarkan itu pertanggungjawabannya sampai akhirnya, nah membuat informasi berita atau mentebarkan harus dicek dulu kebenarannya,” harapnya.

Ketua Komisi Informasi dan Penyiaran MUI Sulsel, Firdaus Muhammad juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang baik dari KPID Sulsel.

“Terima kasih kerja sama yang baik, sekaitan dengan khotbah seragam yang telah dibuat oleh MUI dan KPID Sulsel ini. Mari kita mengawal umat terutama dengan siaran yang mencerahkan untuk masyarakat,” ujar Firdaus Muhammad.

Sementara itu ketua KPID Sulsel Hasrul Hasan smenyampaikan penyiaran memiliki dampak positif, tentu ada pula dampak negatifnya.

“Media penyiaran banyak positifnya tentu adapula hal yg negatif ini yang perlu kita jaga bersama. Menjaga generasi kita dari dampak negatif penyiaran. Terlebih tidak lama lagi akan ada digitalisasi penyiaran, di mana jumlah tayangan dan televisi akan makin banyak,” kata Hasrul.